Adopsi Tata Kelola Wisata Berbasis Konservasi, Disparbud Kabupaten Tambrauw Studi Tiru ke Desa Wisata Kabupaten Malang

30 Desember 2025

Adopsi Tata Kelola Wisata Berbasis Konservasi, Disparbud Kabupaten Tambrauw Studi Tiru ke Desa Wisata Kabupaten Malang

matic.malangkab.go.id - Pujon (29/12) Kabupaten Malang kembali menjadi destinasi rujukan pengembangan pariwisata. Kali ini, rombongan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya yang melakukan kunjungan studi tiru ke dua Desa Wisata unggulan di Kabupaten Malang, yakni Desa Wisata Pujon Kidul di Kecamatan Pujon dan Desa Wisata Sanankerto di Kecamatan Turen.

Rombongan yang dipimpin langsung oleh Kepala Disparbud Kabupaten Tambrauw, Abraham Daniel Elias Mayor, memboyong jajaran staf, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), hingga pelaku UMKM. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari tata kelola pariwisata yang mampu menyelaraskan perlindungan alam dengan peningkatan ekonomi.

Titik pertama kunjungan bertempat di Balai Desa Pujon Kidul. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Kepala Desa Pujon Kidul, Muhammad Ismail Mahfud Said. Dalam sambutannya, Ismail menekankan bahwa keberhasilan sebuah desa wisata tidak lepas dari tantangan besar yang menuntut soliditas internal."Kuncinya adalah komitmen persatuan dan kerja sama antar elemen desa, mulai dari Pemerintah Desa, Pokdarwis, hingga masyarakat luas. Kita harus punya satu tujuan: menjadikan desa wisata sebagai roda penggerak ekonomi," ujar Ismail.

Rombongan Disparbud Tambraw di Balai Desa Pujon Kidul bersama Kepala Desa Pujon Kidul (Foto : Adie)


Kepala Disparbud Tambrauw, Abraham Daniel Elias Mayor, menjelaskan alasannya memilih Kabupaten Malang. Menurutnya, Kabupaten Tambrauw memiliki status sebagai daerah konservasi yang membutuhkan formula tepat agar potensi alamnya memiliki daya jual tanpa merusak lingkungan. Melalui studi tiru ini, diharapkan Kabupaten Tambrauw dapat mengadopsi sistem pengelolaan pariwisata berbasis konservasi untuk diterapkan di Bumi Cendrawasih, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal melalui sektor pariwisata.

Rombongan kemudian diajak meninjau kawasan Cafe Sawah untuk berinteraksi langsung dengan pelaku wisata dan melihat bagaimana lahan pertanian dikelola menjadi daya tarik wisata kelas dunia.

Kunjungan berlanjut ke Desa Wisata Sanankerto, Kecamatan Turen. Di sana, rombongan diterima langsung oleh Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, bersama Kepala Desa Sanankerto, H. Mohammad Subur.

Saling Jabat antara Kadisparbud Kabupaten Malang dan Kadisparbud Kabupaten Tambraw (Foto : Budi)


Kadisparbud Kab. Malang menegaskan bahwa pengembangan pariwisata di Kabupaten Malang bertumpu pada tiga pilar utama. "Kunci utamanya adalah kolaborasi, daya saing, dan peningkatan kualitas SDM pariwisata secara berkelanjutan," tegasnya.

Sementara itu, Kades Sanankerto, H. Mohammad Subur, berbagi kisah inspiratif mengenai perjalanan BoonPring. Ia memaparkan bagaimana desa yang awalnya fokus pada konservasi bambu dan air, kini mampu mengonversi upaya penyelamatan lingkungan tersebut menjadi produk wisata yang bernilai ekonomi tinggi dan mendunia.

Rombongan Disparbud Kabupaten tambraw diterima di Balai Desa Sanankerto (Foto : Budi)


Kegiatan ditutup dengan peninjauan lapangan ke ekowisata BoonPring. Di lokasi ini, rombongan dari Papua Barat Daya melihat langsung integrasi antara kawasan hutan bambu dengan fasilitas wisata modern. Mereka juga berkesempatan mencicipi dan melihat produk olahan bambu hasil kreativitas UMKM setempat yang menjadi produk unggulan Desa Sanankerto. (Why/Ads)

 

Komentar

Belum ada data komentar yang dapat ditampilkan